25.3 C
Yogyakarta
Senin, Oktober 3, 2022

Sang Abdi Negara itu bernama Widi Sutikno

Pak Widi, begitulah sapaan akrab politisi NasDem yang kini menjabat Anggota DPRD Provinsi DIY. Pria ramah senyum itu sudah puluhan tahun menjadi Abdi Negara terhitung sejak tahun 1980 hingga 2017. Sederet jabatan strategis diembannya, antara lain Kepala Dinas Sumber Daya Air Energi dan Mineral, dan Kepala Dinas Pertanian dan Kehutanan tahun 2013-2017.

Semua pengabdiannya itu bukanlah titik akhir. Tahun 2019 lalu Widi memilih jalur politik melanjutkan pengabdiannya. Ia berangkat dari Dapil DIY 6 meliputi Kecamatan Prambanan, Kalasan, Ngemplak, Ngaglik, Sleman, Tempel, Turi, Pakem dan Cangkringan. Itu kali pertama Widi ikut Pemilu dan langsung melenggang parlemen provinsi. Kini ia duduk di Komisi B membidangi Ekonomi dan Keuangan.

Ada secuil pengalaman yang membuatnya terus fokus menjadi Abdi Negara, yakni merintis program-program bidang pemberdayaan masyarakat. Salah satunya, Minapadi. Program ini bermula pada tahun 2015, saat ia menjabat Kepala Dinas Pertanian dan Kehutanan Sleman.

Cara kerja Minapadi sederhana, yakni menggabungkan antara tanaman padi dengan kolam ikan. Tanaman padi akan dibesarkan bersamaan dengan membesarkan ikan. Memang tidak semua lahan pertanian bisa di-Minapadi-kan. Begitu pun dengan ikan yang ditabur hanya jenis tertentu, yakni Nila, Tawes, dan Udang. Keuntungan sistem ini mengurangi penggunaan pupuk hingga 70 persen karena kotoran ikan dapat menjadi pupuk tanaman. Tikus pun dijamin tidak mampu menembus tanaman padi karena terhalang kolam.

Budidaya ini populer sejak digagasnya. Saat itu banyak penelitian tentang Minapadi. Bahkan, Minapadi mendapat perhatian dari Badan Pangan Dunia (FAO), Kementrian Kelautan dan Perikanan, dan Kementrian Pertanian. Selama itu pula, 12 perwakilan negara asing berkunjung ke Sleman dalam rangka observasi.

Hingga saat ini, Widi dipercaya menjadi pendamping Kampung Minapadi. Program ini masih diurusnya meski dalam kapasitas Anggota Dewan Provinsi. Terakhir pada tanggal 3 Maret lalu ia menyaksikan panen raya di Kampung Minapadi Samberembe bersama Bupati dan Wabup Sleman Kustini – Danang Maharsa.

Selain Minapadi, Widi juga memiliki program-program pemberdayaan lainya seperti penyaluran dana Pokir (Pokok Pikiran Rakyat). Program ini disalurkan di sembilan kapanewon di Kabupaten Sleman yang meliputi pertanian, koperasi, UMKM, kebudayaan dan kehutanan. Dalam setahun, bantuan dan pendampingan Pokir mencapai 6,1 miliar.

Widi Sutikno (dua dari kanan) bersama Bupati – Wabup Sleman saat Panen Raya Minapadi di Samberembe Sleman

Gagasan New Kaliurang

Di tengah pandemi, Alumnus Magister Manajemen Agribisnis UGM itu sadar, bahwa sektor yang paling terpukul adalah pariwisata. Kondisi ini tidak hanya berdampak pada keterpurukan ekonomi-wisata, tetapi juga matinya kreativitas dalam mengelola pariwisata.

Saat meninjau kawasan wisata Kaliurang di Hargobinangun, Pakem, Sleman, medio Maret lalu, Widi menggagas konsep New Kaliurang. Alasannya karena Kaliurang tidak berkembang pesat dibanding wisata lain yang relatif baru, sebutlah wisata ‘Negeri di atas Awan,’ kebun Mangunan di Bantul dan Tebing Breksi di Sleman.

New Kaliurang adalah konsep yang bertumpu pada ‘menjual pelayanan.’ Caranya dengan memberi pelayanan prima sehingga orang terkesan. Konsep ini akan menumbuhkan ‘self promotion’ dimana para pelancong akan mempromosikan Kaliurang. Ia yakin, New Kaliurang akan membangkitkan Kaliurang sebagai kawasan wisata pegunungan paling popular di Yogyakarta itu.

Pernah ia berkata kepada para pelaku wisata Kaliurang, seandainya bisa ada banyak lagi spot-spot yang membuat orang nyaman bercanda dengan eksotisme alam Kaliurang. Ah, kalau itu berhasil, widi yakin popularitas Kaliurang kembali naik.

Widi Sutikno saat berkunjung ke Kaliurang

Abdi Negara Selamanya

Begitulah sosok Widi Sutikno, seorang Abdi Negara ulung dengan segala programnya di bidang pemberdayaan. Memang soal usia tidak muda lagi. Tetapi jangan tanyakan apa yang telah dilakukannya. Widi memang ingin konsisten di jalan Abdi Negara. Jalan itulah yang membuatnya terus berkhidmat bagi masyarakat. Kini di jalur politik, Widi lebih leluasa mengakses banyak cara, semata untuk menunjang kerja-kerja kemasyarakatan. (NK).

Related Articles

- Advertisement -

Latest Articles