25.3 C
Yogyakarta
Senin, Oktober 3, 2022

Surya Paloh, Teladan Politik Masa Kini dan Nanti

Surya Dharma Paloh atau Surya Paloh dikenal sebagai tokoh pers, pengusaha, serta politisi. Berkat kepemimpinannya di Partai NasDem, ia terus menunjukkan eksistensi yang patut diteladani.

Lahir di Kutaraja, Aceh, pada 16 Juli 1951, sosok Surya Paloh dikenal oleh Ketua Komisi VII DPR RI Sugeng Suparwoto sejak 1992. Kala itu, Sugeng sudah menjadi kawan dari pendiri Partai NasDem. Relasi yang terjalin hampir 30 tahun tentu membuat Sugeng mengetahui sifat dan seluk-beluk Bang Surya, demikian ia memanggilnya. Ia menganalogikan mentornya itu seperti samudra. Luas, terus bergelora tanpa henti.

“Bang Surya selalu bergulat untuk menggapai tujuan dan cita-cita yang menurutnya tidak pernah absurd. Bagi beliau, tidak ada yang tidak mungkin. Semua cita-cita bisa digapai, asal kerja keras dan telaten dan itu telah banyak dibuktikan,” ujar Sugeng sebagaimana dikutip dari Media Indonesia, Rabu (14/7) lalu.

Sebagai tokoh politik, kata Sugeng, pendiri Partai NasDem itu sangat berpengaruh baik dalam konteks kebijakan negara maupun dalam konteks kekuasaan politik. Semua mengakui itu, sejak pemilu langsung 2014 sampai kini.

“Beliau seorang nasionalis religius dan pluralis yang purna. Kepekaan sosialnya juga sungguh luar biasa tinggi tidak perlu saya ceritakan lagi. Ide-idenya selalu merangsang kita untuk berpikir keras dan itu memang terbukti,” tandasnya.

Ketua DPW Partai NasDem Jawa Barat Saan Mustopa menyorot gagasan restorasi yang diusung Ketua Umum Partai NasDem yang berulang tahun ke-70 pada 16 Juli lalu. Saan menyebut Surya Paloh sebagai tokoh teladan bagi semua kalangan. Surya selalu mengutamakan kepentingan bangsa dan masyarakat daripada pribadi nya. Saan pun mengaku bangga menjadi bagian pihak yang berupaya mewujudkan cita-cita Surya Paloh, yakni restorasi.

“Saya melihatnya Pak Surya sebagai teladan bagi semua politisi dan pribadi saya. Humanismenya sangat tinggi kemudian pemikiran politiknya, idealisme, dan gagasan politiknya sangat merefleksikan negarawan besar yang senantiasa menjaga komitmen kebangsaan,” tutur Saan.

Politikus Partai NasDem Satori mengatakan kearifan dan kebijaksanaan Surya Paloh berhasil membangun Partai NasDem dengan jargon restorasi dan politik tanpa mahar. Landasan itu memantik masyarakat berbondong-bondong memberikan dukungan seperti di Pemilihan Umum 2014 dan 2019.

Kaya terobosan Di mata wartawan senior yang juga Dewan Redaksi Media Group, Elman Saragih, Surya Paloh sebagai tokoh pers nasional berperan penting dalam perjalanan industri media massa Tanah Air. Elman berpandangan Surya merupakan tokoh pers yang tangguh dan selalu punya terobosan.

“Memang Pak Surya ini selalu berpikir jauh ke depan. Itu yang menurut saya yang sangat istimewa dari Pak Surya,” kata Elman.

Keistimewaan itu, tutur Elman, tecermin dari terobosan Surya mendirikan harian Prioritas pada 1986 sebagai koran berwarna. Kala itu, surat kabar harian lainnya masih hitam putih dan belakangan mengikuti jejak Prioritas.

Setelah Prioritas diberedel, Surya memboyong Media Indonesia ke markas Prioritas di Gondangdia. Bekerja sama dengan Teuku Yousli Syah selaku pendiri, Surya dengan gigih menjadikan Media Indonesia sebagai koran nasional yang menentukan.

“Pak Surya ini selalu melangkah lebih dulu di depan. Orang lain belum berpikir, dia sudah berpikir. Prioritas pada saat itu baru terbit langsung berwarna. Koran lain menertawakan kok ada koran harian bergincu begitu. Kemudian, semua koran akhirnya berwarna kan,” ucap Elman.

Terobosan lagi yang berpengaruh besar ialah ketika Surya mendirikan televisi berita Metro TV pada 2000. Elman menuturkan waktu itu banyak yang memandang ragu televisi berita akan bisa bertahan. Semua stasiun televisi kala itu hanya menjadikan berita sebagai sisipan dan bukan sajian utama. Namun, akhirnya Metro TV bahkan diikuti televisi berita lainnya yang bermunculan.

Yang juga paling berkesan dari Surya Paloh, menurut Elman, ialah sikap patriot, tangguh, dan juga demokratis. Ketika Prioritas diberedel di masa Orde Baru, Elman menuturkan Surya juga menunjukkan sikap berjiwa besar.

“Dia tangguh, tidak memperlihatkan marah, setidaknya yang muncul kepada kami dia malah mencoba meyakinkan kita tidak boleh marah menghadapi situasi. Padahal kan mestinya bisa saja marah, investasinya sudah sekian banyak tahu-tahu sirna begitu,” ucapnya.

Bela rakyat Dalam konteks kekinian di tengah upaya bangsa memenangi perang melawan pandemi covid-19, Surya Paloh menujukkan kebesaran Partai NasDem. Surya juga menggerakkan Partai NasDem untuk mendirikan sentra vaksinasi yang tidak hanya di Jakarta, tapi juga di daerah dengan kasus covid-19 tinggi.

Dalam kaitan itu, Elman Saragih menekankan Surya Paloh mendirikan partai bukan untuk kendaraan pribadi, melainkan kendaraan bagi pemimpin-pemimpin potensial untuk memajukan negeri.

“Negara ini hanya bisa dibangun sosok-sosok yang memiliki wawasan kebangsaan. Hanya orang dengan wawasan kebangsaan yang bisa membangun negeri ini, di luar itu tidak. Kecuali kalau mau membangun negara khilafah dan itu tidak pernah menjadi mimpi para pendiri Republik ini,” tandasnya. (MI).

Related Articles

- Advertisement -

Latest Articles