25.2 C
Yogyakarta
Rabu, Juni 19, 2024

PPKM Efektif, Sleman Keluar Zona Merah

Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman Jiko menyebut, berdasarkan peta epidemiologi Covid-19 Kabupaten Sleman semakin baik. Saat ini dari 17 kapanewon (kecamatan), 11 diantaranya berstatus zona oranye dan selebihnya 6 kapanewon berstatus oranye. Ini artinya, per 5 Maret 2021 tidak ada zona merah di Kabupaten Sleman.

“Berdasarkan peta epidemiologi, kondisi zona di Kabupaten Sleman semakin baik. Saat ini sudah tidak ada kecamatan yang berstatus zona merah,” kata Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman Joko Hastaryo di Sleman, Jumat (5/3).

Menurut dia, 6 kecamatan yang masih berstatus zona oranye tersebut yakni, Kecamatan Prambanan, Kalasan, Ngemplak, Pakem, Moyudan dan Kecamatan Munggir. Menurut Joko, meski sudah tidak ada yang berstatus merah, sejauh ini di Sleman belum ada kapanewon yang berstatus zona hijau. Untuk mencapai zona hijau, jelasnya, perlu kerja keras dan kedisiplinan semua pihak untuk menerapkan protokol kesehatan.

Dinas Kesehatan Sleman juga mengakui, Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) berbasis mikro  terbukti efektif mengendalikan laju penyebaran COVID-19 di Sleman. “Kesadaran masyarakat dan peningkatan kedisiplinan mampu menekan penambahan angka positif sekaligus meningkatkan angka kesembuhan. Harapannya seluruh wilayah di Kabupaten Sleman segera menjadi zona hijau,” jelasnya.

Sementara Anggota DPRD Sleman dari Partai NasDem, Surana, mengapresiasi capaian ini. Ia yang juga masuk dalam tim pengawas Satgas Covid-19 di Sleman terus mensupport berbagai upaya pengendalian.

“Sebagai pengawas saya mensupport segala upaya pengendalian. Apakah itu PPKM, tracing, tracking maupun testing. Saat ini Sleman sudah keluar dari zona merah, semoga masyarakat tidak lengah dan tetap disiplin,” kata Ketua DPD NasDem Sleman itu. (AU).

Related Articles

- Advertisement -

Latest Articles