25.2 C
Yogyakarta
Rabu, Juni 19, 2024

Kubah Lava Gunung Merapi Membesar

Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) Yogyakarta mengatakan ada perubahan morfologi Gunung Merapi karena aktivitas guguran dan pertumbuhan kubah. Volume kubah lava di sektor barat daya tersebut, kini mencapai 711.000 meter kubik atau lebih besar (92.300 meter kubik) dibanding dengan pekan sebelumnya yang masih sebesar 618.700 meter kubik.

Menurut Kepala BPPTKG Hanik Humaida, volume tersebut menunjukkan laju pertumbuhan kubah lava sebesar 13.900 meter kubik per hari, atau sedikit lebih banyak dibanding pertumbuhan harian pekan sebelumnya, 13.600 meter kubik per hari.

“Berdasarkan analisis morfologi, area puncak menunjukkan adanya perubahan ketinggian kubah. Ketinggian kubah di tengah kawah terukur sebesar 45 meter. Ini berdasarkan foto dari sektor tenggara tanggal 5 Maret terhadap tanggal 1 Maret 2021,” katanya dalam pesan tertulis, Jumat (5/3).

Sedangkan awan panas guguran, selama sepekan dari tanggal 26 Februari hingga 4 Maret, kata Hanik, terjadi sebanyak 10 kali dengan estimasi jarak luncur maksimal 1.900 meter dari puncak ke arah barat daya. Kejadian awanpanas guguran tersebut teramati dari CCTV Pangukrejo.

Sepekan sebelumnya dari tanggal 19 hingga 25 Februari 2021, awan panas guguran terjadi sebanyak 3 kali. Saat itu awan panas guguran mengakibatkan hujan abu tipis di Kali Tengah Lor, Kali Tengah Kidul, Deles, dan Tlukan. Visual yang cukup jelas dari kejadian awan panas guguran teramati pada tanggal 24 Februari pukul 06.31 WIB. Ini menunjukkan kegempaan Merapi tercatat 10 kali dalam seminggu.

“Dalam minggu ini kegempaan Gunung Merapi tercatat 10 kali kegempaan awanpanas guguran, 1 kali gempa Vulkanik Dangkal, 4 kali gempa Fase Banyak, 1.135 kali gempa Guguran, 71 kali gempa Hembusan dan 3 kali gempa Tektonik,” katanya.

Secara umum kata Hanik, kegempaan internal pada minggu ini lebih rendah dibandingkan minggu lalu, sedangkan gempa di permukaan seperti gempa guguran dan awanpanas guguran meningkat. BPPTKG menyimpulkan aktivitas vulkanik Gunung Merapi masih cukup tinggi berupa aktivitas erupsi efusif. Status aktivitas masih dalam tingkat Siaga. (AU).

Related Articles

- Advertisement -

Latest Articles