22.5 C
Yogyakarta
Kamis, Juli 18, 2024

Legislator NasDem Panen Ikan Bersama Bupati-Wabup Sleman

Anggota Fraksi NasDem Provinsi DIY, Widi Sutikno bersama Bupati Sleman, Kustini Sri Purnomo dan Wakilnya, Danang Maharsa melakukan panen ikan budidaya sistem Bioflok di Kampung Mina Padi Samberembe, Kabupaten Sleman, Rabu (3/3). Widi yang hadir mewakili Komisi B DPRD DIY mengatakan, pengembagan budidaya ikan memanfaatkan teknologi sangat efektif mendongkrak perekonomian masyarakat.

“Teknologi ini tidak membutuhkan lahan luas sehingga cocok di lahan-lahan sempit perkotaan. Masyarakat pun bisa lebih produktif karena mudah dilakukan,” kata Widi.

Menurut Widi, program ini sudah lama dicanangkan ini dan harus dikembangkan menjadi program andalan bidang pertanian dan perikanan. Ia mengapresiasi Pemkab Sleman yang serius mengembangkan teknologi Bioflok.

“Saya apresiasi karena Pemkab yang serius mengembangkan program luar biasa ini. Memang perlu pendampingan dan kerja sama dengan semua pihak seperti yang kami lakukan saat ini,” kata Widi selaku mantan Kepala Dinas Pertanian, Perikanan dan Kehutanan Kabupaten Sleman Periode 2013 – 2017.

Sementara Bupati Sleman, Kustini Sri Purnomo menjelaskan bahwa Sistem Bioflok adalah teknik budidaya melalui rekayasa lingkungan. Tujuannya untuk meningkatkan kualitas air melalui penyeimbangan karbon dan nitrogen dalam sistem budidaya. Sistem bioflok memiliki padat tebar tinggi sekitar 500 ekor per meter kubik, atau lebih baik dari sistem non bioflok yang hanya bisa sekitar 200 hingga 250 ekor per meter kubik.

“Hal ini jelas meningkatkan keuntungan. Terbukti untuk 1 kali musim panen bioflok sekitar 6 juta rupiah (selama 3 bulan atau 1 siklus panen). Bandingkan dengan cara konvensional yang menghasilkan sekitar 2,4 juta rupiah hingga 3 juta rupiah,” kata Kustini.

Menurutnya, sebanyak 70 % produksi perikanan DIY di suplai oleh produksi perikanan Kabupaten Sleman. Terbukti dalam kurun waktu tahun 2014 sampai dengan tahun 2019 produksi ikan konsumsi di Kabupaten Sleman meningkat rata-rata 16,89 % pertahun.

“Untuk teknologi yang kita panen saat ini adalah teknologi bioflok ikan lele. Sementara penggunaan bioflok sudah tersebar di 6 lokasi di Kapanewon Pakem, Prambanan, Sleman dan Depok,” pungkas Kustini. (AU).

Related Articles

- Advertisement -spot_img

Latest Articles