24.4 C
Yogyakarta
Sabtu, April 13, 2024

Kirab Budaya Caturtunggal Berlangsung Meriah

Padukuhan Papringan, Caturtunggal, Depok, Sleman menggelar kirab budaya dalam rangka merti dusun atau bersih dusun. Kirab tersebut dihadiri oleh Anggota DPR RI Fraksi NasDem, Subardi, Sekretaris Daerah Kabupaten Sleman, Hardo Kiswoyo, dan Lurah Caturtunggal, Agus Santoso.

Kirab budaya diikuti 1.800 peserta dari masing-masing RT di Padukuhan Papringan. Menurut Lurah Caturtunggal Agus Santoso, kirab budaya merupakan kalender event yang rutin digelar setiap tahun di Caturtunggal. Seluruh warga, termasuk mahasiswa dari berbagai daerah yang tinggal di Papringan turut memeriahkan acara ini.

“Antusiasme warga Papringan luar biasa. Data dari panitia ada 1.800 peserta yang meramaikan acara ini. Banyak anak kos di Papringan yang juga ikut meramaikan. Caturtunggal ini merupakan Indonesia mini dalam konteks keragaman warganya,” kata Agus Santoso, Minggu (5/3/2023).

Bagi masyarakat Papringan, kirab budaya merupakan simbol kebersamaan dan ungkapan syukur atas karunia Tuhan. Mereka berpakaian adat jawa, berbusana era kerajaan, menampilkan kesenian jawa seperti barongan dan tarian. Rangkaian acara ini juga menceritakan kisah-kisah budaya Jawa. Sementara gunungan melambangkan kesuburan masyarakat Papringan.

Saat sambutan, Anggota DPR RI Subardi mengatakan, kirab budaya merupakan kegiatan positif. Berbagai penampilan seni dan budaya Jawa disajikan dengan menghibur. Bagi Subardi yang juga warga Papringan, kegiatan ini ampuh merawat warisan budaya serta merekatkan silaturahmi antarwarga yang terdiri dari berbagai suku agama di seluruh Padukuhan Papringan.

“Ini kegiatan bagus. Merekatkan silaturahmi dan menyatukan keragaman warga Papringan. Masing-masing RT juga menampilkan kesenian. Melalui kirab ini, seni budaya adalah aset Yogyakarta,” kata Subardi.

Di kesempatan itu Subardi juga memberikan bantuan dana untuk pelaksanaan acara. Ia berkomitmen terus mendukung kegiatan seni budaya. Ketua DPW NasDem DIY itu juga apresiasi atas keterlibatan aktif masyarakat termasuk generasi muda yang menambah suasana kemeriahan kirab budaya.

“Kirab budaya seperti ini memperkuat rasa bangga dan rasa cinta budaya kepada generasi muda. Mereka akan tetap mencintai budaya leluhurnya di era media sosial saat ini,” tambah Subardi.

Kirab diawali dengan upacara pemberangkatan oleh bregodo Wasijaladara, kemudian arak-arakan mengelilingi Padukuhan Papringan. Barisan kontingen peserta kirab menampilkan kesenian dan kreasi yang unik dan menawan. (IS).

Related Articles

- Advertisement -

Latest Articles