27.7 C
Yogyakarta
Senin, Juli 15, 2024

Mahasiswa Dituntut Lebih Berperan di Politik

Anggota DPRD Kota Yogyakarta, Dwi Candra Putra, menyerukan kepada para mahasiswa agar tidak alergi dengan politik. Bagi Candra, politik merupakan keniscayaan yang tak dapat dihindari dalam sistem demokrasi Indonesia. keputusan politik memiliki pengaruh besar dalam kebijakan pemerintah.

“Baik buruknya bangsa ini ditentukan oleh keputusan-keutusan politik. Politik yang dibangun itu baik maka hasilnya juga baik. Saya harap mahasiswa jangan alergi dengan politik,” kata Candra saat menjadi narasumber dalam Latihan Kader II HMI Cabang Yogyakarta, di Balai PemDes Yogyakarta, Tirtomartani, Kalasan, Sleman, (26/12).

Para generasi muda, utamanya mahasiswa, dituntut lebih banyak berperan dalam politik sebagai instrumen penting dalam pengambilan keputusan pemerintah. Baginya, perubahan dapat dilakukan apabila para pemuda menjadi penentu kebijakan, baik di bidang legislatif maupun di eksekutif.

“Menjadi penentu kebijakan adalah modal untuk perubahan,” tambah Wakil Ketua Fraksi NasDem DPRD Kota Yogyakarta itu.

Kepada peserta LK II HMI Cabang Jogja, Candra tidak sependapat dengan narasi bahwa politik dianggap sebagai ladang transaksional. Politik adalah instrumen untuk memperjuangkan kepentingan bangsa. Dalam politik terdapat cita-cita bersama antara masyarakat sebagai pemilih dan wakilnya sebagai pemilik mandat (legitimasi). Cita-cita bersama itu diikat menjadi komitmen dan konsistensi perjuangan.

Ia pun berharap dunia politik nasional akan diwarnai oleh mahasiswa yang matang di organisasi, termasuk para aktivis HMI. Candra melihat banyak aktor negara yang dibesarkan di HMI. Menurutnya, HMI memiliki misi kebangsaan yang jelas. Para kader HMI punya prinsip dan idealisme sebagaimana dikenal dengan kader insan cita.

“Para kader HMI akan akan membawa idealismenya ke dalam keputusan strategis negara dan itu hanya bisa melalui jalur politik,” pungkas Candra.

Latihan Kader II HMI Cabang Jogja digelar pada tanggal 23-29 Desember 2022 dan diikuti oleh para kader HMI dari berbagai cabang di Indonesia. LK II atau pendidikan kader level II juga digelar bersamaan dengan Latihan Khusus Kohati (LKK). (IS)

Related Articles

- Advertisement -spot_img

Latest Articles