25.3 C
Yogyakarta
Senin, Oktober 3, 2022

Hasil PMN BUMN diharapkan terlihat pada akhir 2023

Fraksi Partai NasDem menyetujui pengajuan Penyertaan Modal Negara (PMN) kepada 10 perusahaan BUMN pada tahun anggaran 2023. Persetujuan ini disampaikan dalam Rapat Kerja Komisi VI dengan Menteri BUMN Erick Tohir di ruang Komisi VI, Senin (4/7/2022).

Anggota Komisi VI F-NasDem Subardi mengatakan, Fraksi NasDem setuju PMN dengan harapan penguatan BUMN itu mulai terlihat pada akhir tahun 2023. Menurutnya, suntikan modal memang dibutuhkan karena ada sebagian entitas bisnis yang tidak berorientasi pada keuntungan. Tetapi, PMN harus membawa perubahan dan penyehatan BUMN.

“Meski sebagian program penugasan, harapannya pada semester kedua tahun 2023 mulai terlihat. Bisa dari pengembangan usaha, targetnya tercapai, dan khusus perusahaan tertentu yang orientasinya bisnis harus jelas benefit korporasinya,” kata Subardi.

Usulan PMN sebesar Rp73,26 triliun terdiri atas PMN tunai sebesar Rp 69,82 triliun dan PMN non tunai sebesari Rp3,44 triliun. Kementerian BUMN juga memiliki berbagai inisiatif aksi korporasi yang melibatkan partisipasi publik. Salah satu aksi korporasi yang dijadwalkan adalah Rights Issue oleh PT Garuda Indonesia dan lima BUMN lainnya, yaitu PT Semen Indonesia Tbk, PT Waskita Karya, PT Adhi Karya Tbk, PT Bank Tabungan Negara Tbk, dan PT Krakatau Steel Tbk.

Subardi menilai, perbaikan BUMN butuh dukungan sekaligus pengawasan. Penyehatan BUMN tidak boleh berhenti. Ia tak ingin berbagai skandal seperti korupsi di maskapai Garuda Indonesia (Persero) terulang lagi. Sebelumnya, pada akhir bulan Juni lalu, Kejaksaan Agung menetapkan dua tersangka baru dalam kasus dugaan korupsi yang merugikan negara hingga Rp 8,8 triliun.

“Jangan sampai ada BUMN sakit nanti berobatnya ke APBN. Tetapi, kita melihat ada perbakan demi perbaikan. Pak Erick terus melakukan holdingisasi dan restrukturisasi. Sekarang usulan PMN juga disetujui. Tentu harapannya ada peningkatan kontribusi kepada negara, baik berupa pajak ataupun deviden,” jelasnya.

Dengan mengemban misi penggerak pembangunan nasional, BUMN dituntut memiliki target program yang jelas serta mampu mengeksekusi rencana pembangunan ditengah gejolak ekonomi global.

Secara khusus, Subardi mendukung strategi pembangunan ekonomi yang berfondasi pada pembangunan infrastruktur. Strategi ini sangat mengandalkan peran aktif BUMN. Sederet perusahaan BUMN sektor konstruksi seperti Wijaya Karya, Adhi Karya, Waskita Karya, dan Hutama Karya sejauh ini performanya cukup bagus.

“Khususnya BUMN bidang konstruksi performanya bagus. PMN yang baru disetujui terbesar Rp30,56 triliun ada di Hutama Karya untuk pembangunan Jalan Tol Trans Sumatra. Jadi meskipun tidak orientasi untung, saya harap targetnya tidak meleset,” jelas Ketua DPW NasDem DIY itu. (NK).

Related Articles

- Advertisement -

Latest Articles