24.4 C
Yogyakarta
Sabtu, April 13, 2024

Kabel Jalanan di Kota Jogja Semrawut, NasDem: Perbaikan Mulai Tahun Depan

Semrawut kabel listrik di sejumlah ruas jalan di kota Yogyakarta menuai sorotan dari Fraksi NasDem. Anggota Fraksi NasDem sekaligus Ketua Komisi A DPRD Kota Yogyakarta, Dwi Candra Putra menegaskan fraksinya siap mengawal perbaikan kabel jalanan dengan menerapkan sistem ducting atau kabel bawah tanah mulai tahun 2022.

“Semrawutnya kabel di jalanan akan dibenahi tahun depan mengingat keterbatasan keuangan yang ada. Fokusnya mulai dari wilayah pusat kota Jogja. Kami siap mengawal itu dan saya sendiri sudah masuk di Panitia Khusus,” kata Dwi Candra Putra saat berbincang dengan nasdemjogja.id, Rabu (29/9).

Kabel listrik dan kabel jaringan kabel internet fiber tampak berantakan di sejumlah ruas jalan di kota Yogyakarta. Setidaknya, gambaran ini terlihat jelas di kawasan Timoho hingga ke Kampus UIN, di seputar kampus UAD Umbulharjo, akses menuju Glagahsari hingga ke XT Squere, kawasan Gondokusuman, dan pertokoan di seputar Prawirotaman. Di kawasan ini, sampah-sampah kabel internet juga terlihat bergantungan.

Menurut Candra, permasalahan ini sudah dirumuskan ke dalam Rancangan Peraturan Daerah dan sudah disetujui pada bulan Agustus 2021. Perda dibutuhkan untuk menata ulang kabel semrawut sekaligus mengatur tata cara pemasangan kabel agar tidak mengganggu tata ruang.

“Rancangan Perda tentang penataan telekomunikasi pasif akan menata kabel jalanan dengan sistem ducting. Ini sudah melalui pembahasan dan final sejak awal bulan kemarin,” kata Ketua Bappilu NasDem Kota Yogyakarta itu.

Melalui Rancangan Perda sosialisasi perbaikan tata kelola kabel akan digencarkan kepada seluruh pihak. Perusahaan penyedia jasa layanan internet, ke depan pihak swasta yang selama ini terlibat dalam pemasangan kabel fiber optik akan kooperatif dan turut menjaga keindahan tata kota. Diakuinya, kabel utilitas yang melintang di udara memang membantu elektrifikasi maupun koneksi jaringan internet. Tetapi, aturan tata kelola dan pemasangan menjadi perhatian Pemkot dan DPRD.

“Agar tidak mengganggu pemandangan dan mencegah risiko korsleting listrik,” pungkasnya. (NK).

Related Articles

- Advertisement -

Latest Articles