26.9 C
Yogyakarta
Rabu, Mei 15, 2024

Redam Lonjakan Covid Dengan Kesadaran Kolekif

Selama pekan ketiga bulan Juni 2021 sejumlah daerah mencatat lonjakan kasus positif Covid-19. Yogyakarta terjadi rekor kasus positif pada hari Sabtu (19/6), yakni sebanyak 638 positif. Di hari Minggu (20/6), angka positif naik menjadi 665.

Satuan Tugas Covid-19 DIY juga mencatat angka kesembuhan di DIY kian menurun selama dua pekan terakhir. Dari sebelumnya 89,27% menurun ke 88,88%, lalu menjadi 87,81% dan per hari Minggu (20/6) menjadi 86,69%. “Hal ini dipengaruhi oleh lonjakan kasus selama 15 hari terakhir,” Kata Ditya Nanaryo Aji, Kabag Humas Biro Umum, Humas dan Protokol Setda DIY melalui siaran pers.

Di Jakarta, angka positif harian mencatatkan rekor tertingginya pada Sabtu (19/6) sebanyak 4.895 kasus. Ini merupakan angka tertinggi kasus harian di Jakarta sejak pandemi Maret 2020. Lonjakan kasus harian itu melanda ibu kota sejak 3 hari berturut-turut, mulai Kamis (17/6) sebanyak 4.144, kemudian Jumat (18/6) sebanyak 4.737, dan Sabtu (19/6) sebanyak 4.895 kasus. Rilis dari Satgas Covid DKI Jakarta juga menyebut pada hari Jumat (18/6) angka kematian harian mencapai 64 kasus dalam sehari.

Data-data ini menuai respon dari Anggota DPR RI Subardi. Ia meminta masyarakat meningkatkan kesadaran kolektif agar menekan tingginya pertumbuhan kasus positif Covid.

“Caranya dimulai dari diri sendiri. Masing-masing harus menahan diri agar tidak abai dengan protokol kesehatan,” kata Subardi di sela agenda Kunjungan Dapil, di Papringan, Sleman, Yogyakarta, Minggu (20/6).

Menurut Ketua DPW NasDem DIY itu, kesadaran kolektif akan membentuk ketahanan sosial karena setiap orang akan saling menjaga. Kesadaran kolektif sangat dibutuhkan untuk efektivitas pengendalian Covid, baik melalui vaksin atau tracing, tracking, dan testing.

“Upaya pengendalian akan sia-sia kalau tidak ada kesadaran kolektif. Apabila kesadaran kuat, saya yakin upaya pengendalian itu akan cepat membentuk herd immunity atau kekebalan kelompok,” urainya.

Berdasarkan studi kasus, banyak pasien positif Covid yang sebenarnya selalu menjaga protokol kesehatan tetapi terpapar juga karena orang-orang di sekitarnya abai. Kejadian ini merupakan dampak kurangnya pemahaman masyarakat akan kesadaran kolektif.

“Mereka yang disiplin tetapi akhirnya terkena juga. Banyak kejadian seperti itu. Satu lalai, efeknya bisa berantai. Ini karena kurangnya kesadaran kolektif,” pungkasnya. (NK).

Related Articles

- Advertisement -

Latest Articles