27.7 C
Yogyakarta
Senin, Juli 15, 2024

Desa Maritim, Masa Depan Ekonomi Yogyakarta

Potensi melimpah di bidang Maritim belum sepenuhnya tergarap maksimal. Padahal, wilayah Maritim di Yogyakarta memiliki prasyarat yang bisa mengangkat Maritim menjadi kekuatan ekonomi besar, antara lain letak geografis, luas wilayah, jumlah penduduk, dan ekosistem darat dan laut.

Hal ini disampaikan Widi Sutikno saat menjadi narasumber dalam dialog bertajuk Desa Maritim DIY di Hotel Grand Rohan, Banguntapan, Bantul, Minggu (23/5). Legislator NasDem di Provinsi DIY itu menilai segala potensi Maritim di Yogyakarta seharusnya bisa melahirkan Desa Maritim.

“Perlu segera dibentuk Desa Maritim sebagai poros pembangunan Maritim di Yogyakarta. Semua prasyarat itu sudah ada, tinggal konsep dan implementasinya,” kata Widi Sutikno di hadapan narasumber lainnya seperti Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan DIY, Bayu Mukti Sasongko, dan Paniradya Kaistimewan DIY, Aris Eko Nugroho.

Dari aspek prasyarat, Widi menjelaskan bahwa pesisir Yogyakarta terletak di antara dua benua (Asia dan Australia), dan dua Samudra (Hindia dan Pasifik). Ia juga mencatat daerah pesisir di wilayah selatan memiliki garis pantai sepanjang 103 km dan tersebar di 34 kalurahan. Meski demikian, legislator asal Sleman itu menitikberatkan agar pembentukan Desa Maritim disertai konsep pembangunan yang terarah sesuai potensi desa masing-masing.

“Misalnya ada daerah yang fokus pada potensi perikanan. Ini perlu dibangun fasilitas dermaga. Bisa juga pemetaan desa yang khusus menggarap industri garam, industri wisata, sumber daya mineral, maupun transportasi laut. Semuanya memiliki potensi luar biasa, bisa menjadi kekuatan ekonomi DIY di masa mendatang,” jelasnya.

Untuk memaksimalkan gagasan ini ia berharap Pemda DIY mulai mengkaji Rancangan Peraturan Daerah khusus pembentukan Desa Maritim. Melalui payung hukum yang kuat, gagasan ini akan mencakup semua sektor pembangunan, termasuk juga mitigasi bencananya.

“Ini perlu keseriusan semua pihak. Bisa saja mulai dirancang dari sekarang karena kita punya banyak ahli maritim dari berbagai universitas. Intinya, jangan lagi menilai laut adalah sebuah kendala, melainkan sebuah kekuatan ekonomi masa depan,” tutup Widi. (NK).

Related Articles

- Advertisement -spot_img

Latest Articles