24.1 C
Yogyakarta
Sabtu, Mei 18, 2024

Strategi Preventif Mampu Tekan Sebaran Covid di Gunungkidul

Sepanjang liburan lebaran, jumlah wisatawan yang berkunjung ke Gunungkidul hampir menyentuh angka 100 ribu. Data yang didapat dari Dinas Pariwisata Gunungkidul hingga Sabtu (22/5) berimplikasi bahwa banyaknya pengunjung berpotensi terjadi lonjakan kasus Covid-19. Data dari Dinas Pariwisata Gunungkidul juga menunjukkan selama libur lebaran (13-16 Mei), Pendapatan Asli Daerah yang masuk sebesar Rp. 740.949.400,00.

Legislator NasDem dari Gunungkidul Suparja berpendapat, langkah yang harus diantisipasi adalah screening covid dengan cara tes di tempat keramaian. Kehadiran Pemerintah Kabupaten Gunungkidul dibutuhkan untuk strategi preventif. Bagaimanapun, kunjungan wisatawan dapat membantu pemulihan ekonomi masyarakat, tetapi di sisi lain kehadiran Pemkab dibutuhkan agar tempat wisata tidak menjadi klaster penyebaran.

“Strateginya preventif. Agar kehadiran wisatawan dapat memulihkan ekonomi masyarakat tetapi tidak memicu lonjakan kasus positif. Disini peran Pemkab dibutuhkan. Saya harap pelaku wisata yang bekerja seharian tidak membawa virus ke lingkungannya,” kata Ketua DPD NasDem Gunungkidul itu di Kalurahan Hargomulyo, Minggu (23/5).

Paparan mengenai strategi preventif ini disampaikan Suparja saat berdialog dengan masyarakat dalam rangka pemulihan ekonomi melalui program aspirasinya. Anggota Komisi C DPRD DIY itu fokus menyisir 12 titik pemulihan yang sudah dipetakan, seperti Kelurahan yang disasar adalah Hargomulyo, Tegalrejo, Mertelu, Kedongpoh, Bedoy, Dadapayu, Planjan (dua lokasi), Kanigoro (dua lokasi), Giritirto dan Girijati.

“Saya menekankan pentingnya strategi preventif. Karena sekalipun tidak ada libur panjang lebaran, penyebaran Covid harus mampu ditekan,” sambungnya.

Suparja juga menganjurkan agar Pemkab melakukan tes acak antigen di lokasi wisata Gunungkidul. Ini bertujuan memudahkan screening maupun pelacakan berbasis data perjalanan dan kontak fisik yang bersangkutan.

“Perlu diingat, kebanyakan wisatawan datang dari kota-kota lain dan banyak menggunakan transportasi umum. Tes acak antigen akan memudahkan tracing, mulai sebelum masuk Gunungkidul hingga saat berwisata disini,” ujarnya.

Terpisah, Kepala Dinas Kesehatan Gunungkidul Dewi Irwanty akan melakukan tracing berdasarkan metode Rapid Tes dan vaksinasi di semua destinasi wisata Gunungkidul. Langkah ini akan dimulai dari destinasi yang paling favorit, seperti pantai Pok Tunggal, Pulang Syawal, Sadranan, Baron dan lainya. “Dinkes Gunungkidul juga akan berkerjasama dengan Dinas Pariwisata dalam melakukan tracing,” kata Dewi sebagaimana dikutip dari laman kumparan.com. (DN).

Related Articles

- Advertisement -

Latest Articles