25 C
Yogyakarta
Sabtu, April 13, 2024

Retribusi Wisata Nontunai Tingkatkan Akuntabilitas

Sistem retribusi online (cashless) akan diterapkan di seluruh lokasi wisata di Kabupaten Bantul mulai Senin (10/5) mendatang. Pembayaran non-tunai merupakan kerja sama antara Bank BPD DIY dan Dinas Pariwisata Bantul Melalui program Qris Ultimate Automated Trancaction (QUAT). Anggota DPRD Bantul menilai, kebijakan ini perlu diikuti dengan sosialisasi karena tidak semua pelaku wisata akrab dengan layanan digital.

“Ini bagus secara konsep, tetapi perlu sosialisasi termasuk cara mengatasinya bila ada gangguan, karena sebagian pelaku wisata masih belum familiar dengan layanan cashless ini,” jelas Bibit Rustamta, Anggota DPRD Bantul dari Partai NasDem, Sabtu (8/5).

Program cashless ini berlaku untuk semua destinasi wisata, baik sektor yang beretrebusi ke Pemda ataupun tidak. Seluruhnya akan menerapkan pembayaran tiket masuk non tunai. Beberapa objek wisata seperti Pantai Parangtritis Pantai Depok, Pantai Samas, Pantai Goa Cemara, Goa Selarong ataupun Goa Cerme akan menjadi contoh pengggunaan sistem pembayaran nontunai.

Ketua DPD NasDem Bantul itu mengatakan, digitalisasi pariwisata akan menambah daya tarik pariwisata di Bantul. “Menambah daya tarik dan daya saing pariwisata, sekaligus cerminan dari birokrasi. Harapan saya tidak ada lagi pungutan liar yang meresahkan para pelancong,” jelasnya.

Program retribusi non tunai ini juga diyakni mencegah kesalahan hitung saat pembayaran retribusi secara manual. “Manfaatnya untuk akuntabilitas. Masyarakat juga turut terlibat dalam pembangunan daerah. Retribusi yang mereka bayar langsung terdata oleh sistem pendapatan asli daerah,” terang Bibit.

Saat ini Pemkab Bantul tengah menyiapkan infrastruktur layanan, sehingga menjelang lebaran nanti sistem ini dapat diterapkan secara serentak. Pemkab Bantul memutuskan sejumlah lokasi wisata dibuka dengan penerapan protokol kesehatan ketat selama libur panjang idul fitri. (DN).

Related Articles

- Advertisement -

Latest Articles