24.3 C
Yogyakarta
Kamis, Juli 18, 2024

Program Padat Karya Solusi Ekonomi di Tengah Pandemi

Anggota DPRD DIY dari Partai NasDem, Suparja menilai kemorosotann ekonomi di Yogyakarta perlahan akan pulih jika proyek padat karya digarap maksimal. Proyek-proyek padat karya yang paling realisitis untuk segera dieksekusi adalah pembangunan jalan desa.

“Pembangunan jalan desa sebenarnya tak perlu menunggu lama karena bergantung pada anggaran belanja daerah. Jika ini dieksekusi secara masif, saya yakin menjadi stimulus ekonomi lokal,” jelas Suparja saat bertemu dengan masyarakat di Kalurahan Kedungpoh, Kapanewon Ngilpar, Gunungkidul, Senin (26/4).

Suparja mencontohkan proyek padat karya memiliki stimulus (daya ungkit) ekonomi. Misalnya dalam proyek jalan desa atau pembangunan talud. Contoh pengerjaan itu akan banyak menyerap pekerja lokal mulai dari pengerasan jalan hingga pengaspalan. Kegiatan ini diharapkan bisa menggerakkan ekonomi karena banyak warga menjadi pekerjanya.

“Artinya masyarakat dapat terlibat, ada penghasilan dari situ. Bayangkan kalau proyek ini masif digarap misalnya ada 100 titik, berapa banyak masyarakat yang terlibat. Pemborong-pemborong lokal pun bisa bangkit lagi,”terangnya.

Selain mengandung aspek pemberdayaan, proyek padat karya juga bermakna semangat gotong royong. Keberhasilan proyek fisik ini akan menjadi tolak ukur bagi program-program selanjutnya.

“Kalau padat karya sukses, itu bisa berlanjut pada program selanjutnya. Tentu program selanjutnya akan meningkat baik dari aspek anggaran, maupun cakupan wilayahnya,” jelas Ketua DPD NasDem Gunungkidul itu. (NK).

Related Articles

- Advertisement -spot_img

Latest Articles