23.7 C
Yogyakarta
Sabtu, Mei 18, 2024

Surana Usulkan Vaksinasi Lansia Perlu Dipercepat

Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Sleman akan mempercepat vaksinasi Covid-19 untuk golongan lanjut usia (lansia). Percepatan vaksin agar bisa menjangkau secara masif semua lansia, termasuk yang belum terdaftar di website (database). Namun demikian, prosedur vaksinasi tidak boleh rumit dan berbelit meskipun pendafataran bagi para lansia diikuti dengan persyaratan tertentu.

“Percepatan vaksinasi untuk para lansia, jangan dibuat rumit,” kata Surana, Anggota DPRD Kabupaten Sleman, Kamis (22/4).

Surana beralasan, prosedur pendaftaran yang rumit akan mengurungkan niat warga, terutama lansia untuk divaksin. Dengan target 20 ribu lansia, mereka perlu diprioritaskan. Bila tidak, para lansia akan memilih tinggal di rumah daripada terjebak dalam prosedur yang membebani, meski vaksinasi tidak berbayar.

“Saya setuju vaksinasi lansia dipercepat, sebab mereka rentan terpapar. Namun saya harap Dinkes proaktif. Maksud saya, mempercepat vaksinasi artinya mempercepat prosedurnya juga,” kata Ketua NasDem Sleman itu.

Sebelumnya Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman, Slamet Joko Hastaryo menjelaskan, vaksinasi akan dilaksanakan di rumah sakit atau puskesmas. Sementara bagi warga yang belum terdaftar di link website dapat memastikan kepada pihak RT/RW, dukuh, atau puskesmas.

Berdasarkan data Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman, hingga saat ini ribuan vaksin sudah tersebar ke semua fasilitas kesehatan. Stok vaksin masih tersedia sekitar 14.000-an dosis. Memang sejauh ini belum ada tambahan vaksin untuk Sleman. Bagi Surana, penambahan dosis vaksin dibutuhkan agar mencapai target 20.000 vaksin meskipun di bulan Ramadan.

“Saya kira vaksinasi tetap dilakukan meski dalam keadaan puasa, apalagi masyarakat tidak mempermasalahkan. Lebih cepat lebih baik. Jangan di tunda-tunda, apalagi vaksin ini untuk kalangan lansia yang benar-benar membutuhkan” tukasnya.

Data capaian vaksin di Kabupaten Sleman hingga tanggal 15 April 2021 tercatat Lansia dosis 1 (vaksin pertama) sebanyak 22.380 orang atau 39,95%. Sedangkan dosis 2 (vaksin kedua) sebanyak 4.234 orang atau 6,99%. (DN).

Related Articles

- Advertisement -

Latest Articles