26.9 C
Yogyakarta
Rabu, Mei 15, 2024

Masyarakat Resah Balap Liar Marak di Gunungkidul

Aksi balap liar di setiap malam usai salat Tarawih kian marak di Gunungkidul. Setidaknya berdasarkan pantauan tim redaksi nasdemjogja.id, balap liar roda dua itu terjadi di kawasan jalur lintas selatan ruas Paliyan-Saptosari; jalan Rongkop-Nglindur, ruas jalan Ngalang Girisubo, Gedangsari, dan jalan di kawasan Kalurahan Wareng, Wonosari. Kawasan itu memang terdapat jalan yang bagus dan lurus, sehingga memicu para pemuda saling geber tunggangannya.

Maraknya balap liar membuat masyarakat kian resah dan terganggu. Bunyi knalpot blong dan mobilitas warga menjadi sulit. Adalah Anggota DPRD Gunungkidul dari Fraksi NasDem Purwadi yang berharap aparat kepolisian menindaklanjuti keluhan warga.

“Saya berharap aparat kepolisian gencar merazia balap liar. Mohon polisi menghentikan segera aksi ini, banyak warga yang terganggu dan kesulitan beraktivitas usai salat tarawih,” kata legislator dari Dapil 2 itu, Senin (19/4).

Politisi muda itu menilai, fasilitas umum tidak boleh digunakan sebagai arena balap. Selain mengganggu, arena balap liar membuat suasana malam Ramadan mencekam. Ulah para pebalap liar mengganggu keamanan dan ketertiban lingkungan.

“Mereka sering teriak dan bertingkah berbahaya bagi pengguna jalan. Apalagi suara bising motor yang mengganggu kenyamanan lingkungan. Saya khawatir jika ini dibiarkan akan memicu aksi kriminal,” jelasnya.

Aksi kriminal akibat balap liar bisa saja memicu tawuran atau bentrok antar kelompok. Berkaca dari daerah lain, balap liar juga akan mendorong ulah geng motor yang tak segan melukai korban untuk melancarkan kejahatannya.

“Banyak studi kasus bahwa balap liar memicu bentrokan dan kejahatan geng motor. Tentu kita tidak ingin terjadi di Gunungkidul. Saya percaya polisi tidak akan membiarkan ini,” pungkasnya. (NK).

Related Articles

- Advertisement -

Latest Articles