25.3 C
Yogyakarta
Senin, Juli 15, 2024

Industri Pariwisata Perlu Mencontoh Industri Penerbangan

Industri pariwisata di Yogyakarta paling terdampak akibat pandemi Covid-19. Berbagai aturan pembatasan membuat sejumlah destinasi pariwisata terancam tutup. Namun menurut Anggota DPRD DIY Widi Sutikno, periode ini justru menjadi momentum untuk membenahi manajemen pariwisata.

“Setiap ada halangan pasti muncul peluang. Ini waktunya untuk terus berbenah, jangan menunggu krisis ini selesai,” ujarnya, Rabu (31/3).

Saat ini Dinas Pariwisata (Dispar) DIY dan pelaku industri pariwisata tengah mematangkan skema travel corridor bekerjasama dengan pelaku pariwisata dari daerah lain seperti Jawa-Bali dan luar Jawa. Rencana skema itu akan dilaksanakan pada libur lebaran tahun ini, namun karena adanya larangan mudik, pelaksanaannya ditunda sampai waktu yang dimungkinkan.

Terlepas dari inisiatif itu, Widi mendorong agar manajemen pariwisata menerapkan konsep Cleanliness, Health, Safety and Environment (CHSE). Widi menyebut CHSE merupakan konsep pariwisata berkualitas yang dirancang Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. Tujuannya agar pariwisata tetap berjalan meski dihantam badai pandemi.

“CHSE itu seperti reformasi pariwisata. Satu sisi mendukung upaya menekan sebaran Covid, sisi lain dapat menghidupkan pariwisata sebagai fundamental perekonomian,” jelasnya.

Politisi yang fokus mengawal berbagai kebijakan bidang pariwisata di DIY itu lantas mencontohkan, industri penerbangan. Meski awalnya sempat terseok, perlahan kini mulai bangkit. Industri dirgantara itu kini tetap berjalan di masa pandemi. Kuncinya dengan penerapan konsep CHSE.

“Kita tahu usaha penerbangan bida tetap berjalan. Itu karena konsep CHSE-nya. Janganlah pariwisata di Jogja tertunda karena tidak menerapkan CHSE. Maaf, kita berharap tidak seperti di Bali yang saat ini ekonominya terkontraksi sangat tajam akibat penurunan wisatawan,” pungkasnya. (SM).

Related Articles

- Advertisement -spot_img

Latest Articles