28.6 C
Yogyakarta
Sabtu, Mei 18, 2024

Program CHSE Untuk Pariwisata DIY Patut DIdukung

Penerapan protokol kesehatan di lingkungan pariwisata perlu mengacu pada CHSE. Program yang dirancang Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif ini berbasis pada Cleanliness (Kebersihan), Health (Kesehatan), Safety (Keamanan), dan Environment Sustainability (Kelestarian Lingkungan). Penerapan CHSE yang ditegaskan melalui sertifikasi akan memastikan semua pelancong wisata di Daerah Istimewa Yogyakarta, aman dan nyaman.

“Efektivitas CSHE sangat bergantung pada kepatuhan pelaku wisata. Maka pelaksanaannya harus tepat dan disiplin,” kata Widi Sutikno Anggota Komisi B DPRD DIY dari Partai NasDem, Minggu (7/3).

Mantan Kepala Dinas Pertanian, Perikanan dan Kehutanan Kabupaten Sleman ini menambahkan, sektor pariwisata sudah seharusnya memasukkan transportasi. Tujuannya agar penerapan CHSE lebih efektif. “Karena dari mana ke mana itu menyangkut transportasi. Maka jangan hanya perhotelan, restoran, objek wisata tetapi juga transportasi,” imbuhnya.

Penerapan CHSE sebagai standar standar pencegahan covid di lingkungan wisata dapat berjalan beriringan dengan Pranatan Anyar Plesiran Jogja atau ketentuan baru berwisata di Yogyakarta. Konsep ini sebagai upaya menciptakan ruang aman dan nyaman selama berwisata di Jogja. “Untuk lebih mendekatkan dan mudah dipahami, maka digunakan istilah Pranatan Anyar Plesiran Jogja,” jelas Widi. (AU).

Related Articles

- Advertisement -

Latest Articles