22.2 C
Yogyakarta
Rabu, Juni 19, 2024

NasDem DIY Ingin Pilkada Momentum Perbaikan Demokrasi

DPW NasDem DIY terus membangun komunikasi politik dengan partai lain dan kandidat yang akan diusung dalam Pilkada. Saat ini, proses penjaringan kandidat terus berjalan sesuai prosedur partai, termasuk dengan pleno berjenjang. Menurut Ketua DPW NasDem DIY Subardi, nama-nama yang sudah mendaftar masih terbuka untuk bertambah sesuai dengan dinamika politik dan keinginan masyarakat.

“Kandidat yang masuk kita proses sesuai prosedur partai, tetapi itu belum final. Kita masih terbuka untuk bertambah melihat dinamika politik, komunikasi politik dengan partai lain, dan keinginan masyarakat seperti apa pemimpin yang diharapkan. Yang jelas di NasDem tidak ada politik transaksional,” kata Subardi, Rabu (29/5/2024).

NasDem DIY ingin kandidat yang diusung benar-benar berkualitas dan memiliki komitmen untuk kemajuan daerah. Setiap kandidat dituntut menguasai pemetaan masalah, sehingga bisa mempercepat pembangunan. Untuk menghadirkan pemimpin ideal, NasDem DIY mempertimbangkan banyak faktor, terutama kemampuan manajerial dan gagasan besar yang ditawarkan.

“NasDem ingin mengusung pemimpin yang ideal, yang mampu menjembatani keinginan daerah dan keinginan pusat. Kita juga pertimbangkan gagasan apa yang ditawarkan setiap kandidat, baru kita putuskan setelah ada kesepakatan dengan koalisi,” kata Anggota Komisi VI DPR RI itu.

Saat ini NasDem DIY terus menggalang kekuatan dengan lintas partai untuk memulihkan marwah demokrasi pasca Pemilu kemarin. Menurut Subardi, Pilkada perlu dibangun dengan semangat baru, jauh dari rekayasa politik maupun intervensi kekuasaan. Evaluasi Pemilu penting sebagai penyehatan demokrasi, baik secara struktural di unsur penyelenggara, maupun secara kultural di masyarakat.

“Kewajiban kita agar demokrasi ini pulih kembali. Kita tidak ingin demokrasi bergeser menjadi pertarungan politik uang atau pertarungan bantuan. Kita tidak mau ada keberpihakan alat-alat negara untuk kandidat tertentu,” terang Subardi.

Subardi mengibaratkan Pilkada bisa menghadirkan kemeriahan seperti pemilihan lurah. Dalam kontestasi politik skala lokal itu, masyarakat riang gembira memilih figur pemimpin, sekaligus mengawal prosesnya sejak awal hingga selesai. Demokrasi dengan nuansa kearifan lokal seperti ini akan melahirkan pemimpin yang bermutu.

“Seperti pilihan lurah, rakyat antusias memilih tanpa intervensi. Demokrasi menjadi sehat, rakyat puas dengan Pilkada, sehingga pemimpin yang terpilih itu milik rakyat, bukan milik elit atau milik partai,” pungkasnya. (NK)

Related Articles

- Advertisement -

Latest Articles