25.3 C
Yogyakarta
Senin, Oktober 3, 2022

Subardi Dukung Inovasi Daur Ulang Sampah Plastik

Anggota DPR RI dari Fraksi Partai NasDem, Subardi bertemu dengan pegiat lingkungan plasticpay. Plasticpay merupakan gerakan sosial di bidang platform digital yang mengajak masyarakat mendaur ulang sampah plastik menjadi barang bermanfaat.

Dalam pertemuan itu, Subardi juga mengajak kelompok pekerja sampah atau TPS 3R (Tempat Pembuangan Sementara Reduce, Reuse and Recycle) untuk berdiskusi dengan plasticpay.

“Saya mengajak pekerja TPS 3R agar bekerjasama dengan plasticpay. Para pekerja akan mengumpulkan sampah plastik kemudian dikirim ke plasticpay untuk didaur ulang,” kata Subardi di Tempel, Sleman, DIY, Minggu (14/8).

Legislator NasDem itu meyakini kerja sama tersebut akan menguntungkan semua pihak, terutama para pekerja sampah. Sampah plastik yang terkumpul akan ditukar menjadi uang melalui aplikasi plasticpay. Poin tersebut dapat ditukar melalui layanan dompet digital seperti OVO/GoPay/LinkAja, maupun transfer bank dan voucher belanja.

“Kerja sama ini sangat bagus. Para pekerja akan dapat tambahan penghasilan. Yang paling penting sampah plastik tidak jadi masalah lagi di DIY,” kata anggota Komisi VI DPR itu.

Apabila program itu terlaksana dengan baik, Subardi optimistis persoalan sampah plastik di DIY bisa diatasi melalui pendekatan lingkungan dan ekonomi. Para pekerja sampah maupun masyarakat umum akan tertarik menjual sampah plastik kepada plasticpay. Subardi bertekad membantu program itu karena misinya pemberdayaan dan kelestarian lingkungan.

“Ini sekaligus program pemberdayaan. Sudah dijelaskan bahwa teknologi daur ulang sudah teruji. Nanti hasilnya berupa tas, sepatu dan macam-macam. Kita tahu di DIY sebagai kota wisata, hotel dan restoran juga banyak, persoalan limbah plastik belum teratasi,” pungkas Ketua DPW Partai NasDem DIY itu.

Sementara menurut CEO Plasticpay, Soehendra Setiadi, plasticpay memiliki mesin daur ulang. Seluruh sampah plastik akan dipilah kemudian didaur menjadi butiran Recycled Polyester Staple Fiber (“Re-PSF”), benang dan kain. Hasilnya adalah eco-friendly fiber dan kain daur ulang. Bahan baku itu dibuat menjadi barang bernilai ekonomi seperti bantal, boneka, tempat tidur, karpet, sejadah, furniture, interior otomotif, tas, dan aksesoris fesyen. Kini, plasticpay telah memiliki 287 lokasi cabang yang tersebar di Jabodetabek dan Jawa Barat.

“Kami punya komitmen tinggi terhadap kelestarian lingkungan,” jelas Setiadi. (NK).

Related Articles

- Advertisement -

Latest Articles