25.6 C
Yogyakarta
Rabu, Februari 18, 2026

Jalan Curam di Kalirejo Kini Rata Beraspal

Warga Kalurahan Kalirejo, Kokap, Kulon Progo, kini merasakan hasil pembangunan dari aspirasi mereka. Jalan utama di Kalirejo yang selama ini rusak dan sulit dilalui akhirnya dibangun melalui program Pengembangan Infrastruktur Sosial Ekonomi Wilayah (PISEW) dari Kementerian Pekerjaan Umum (PU). Program ini terealisasi berkat aspirasi Anggota DPR RI Subardi yang selama ini merealisasikannya.

Lurah Kalirejo, Lana menceritakan, jalan yang dibangun saat ini dulunya merupakan jalan kabupaten, kemudian diturunkan statusnya menjadi jalan kalurahan dengan kondisi rusak parah. Jalan tersebut sering terjadi kecelakaan karena tanjakannya yang curam.

“Tanjakan curam, kondisi berlumpur. Sangat menyulitkan masyarakat disini,” kata Lana di lokasi, Kamis (18/12/2025).

Jalan tersebut sangat strategis bagi masyarakat Kalirejo karena menghubungkan kalurahan Kalirejo dan Hargomulyo. Banyak warga yang memilih melintas jalan sepanjang 550 M dan lebar 3 M tersebut meski kondisinya curam dan membahayakan.

Atas kesulitan ini, Lana bermusyawarah dengan masyarakat untuk menyampaikan aspirasi kepada Subardi. Aspirasi ini kemudian diperjuangkan. Kini, jalan tersebut sedikit lagi rampung dibangun dengan aspal dan tidak terlalu curam.

“Jalan yang curam sudah dipangkas diratakan. Sudah diaspal, tidak lagi berlumpur. Masyarkat Kalirejo sangat bersyukur atas realisasi ini,” tambah Lana.

Saat meninjau lokasi pengerjaan, Subardi mengakui jalan ini kurang diperhatikan karena keterbatasan anggaran daerah. Baginya, infrastruktur lokal adalah kebutuhan dasar dan harus diperjuangkan. Saat permohonan bantuan ini diterima Subardi, ia membutuhkan 6 bulan untuk merealisasikan harapan masyarakat Kalirejo.

“Apa pun kendalanya, kita harus solutif, bagaimana pembangunan itu dirasakan masyarakat. Infrastruktur itu kebutuhan dasar masyarakat yang harus diperjuangkan,” kata Mbah Bardi sapaan akrabnya.

Selama pengerjaan jalan, Subardi juga melibatkan masyarakat secara gotong royong. Pengerjaan jalan mengerahkan alat berat untuk proses pemadatan tanah hingga finising dengan pelapisan aspal. Dengan pembangunan jalan lintas Kalurahan ini, mobilitas warga dan kegiatan sosial ekonomi semakin meningkat.

“Semacam padat karya, masyarakat terlibat sejak pengajuan aspirasi, sampai pengerjaan selesai. Masyarakat merasa bangga atas keberhasilan mereka,” pungkasnya. (IS)

Related Articles

- Advertisement -spot_img

Latest Articles