31.2 C
Yogyakarta
Kamis, April 23, 2026

Investigasi Tempo Soal Isu Merger NasDem Keliru dan Tendensius

DPW Partai NasDem DIY menggelar mengecam laporan Tempo edisi Senin 13 April 2026 berjudul PT NasDem Indonesia Raya Tbk. Tulisan Tempo yang menyebut Partai NasDem akan diambil alih institusi lain tidak benar. Informasi itu tidak mencerminkan produk pers yang berkode etik karena tidak sesuai fakta dan tidak berimbang.

“Sangat tendensius. Laporan Tempo tidak berbasis fakta. Tidak ada usaha Tempo untuk mewawancarai Surya Paloh sebagai bagian dari asas keberimbangan,” kata Aulia Reza Bastian selaku Wakil Ketua DPW bidang Pemenangan Pemilu, di kantor DPW NasDem DIY, Caturtunggal, Sleman, (14/4)

Dalam laporannya, narasi yang diangkat dianggap menyudutkan Surya Paloh secara personal. Surya disebut babak belur mengurus NasDem sehingga ada upaya untuk merger atau menjual kepada partai lain. Menurut Aulia, informasi itu ingin menjatuhkan marwah Partai NasDem.

“Tempo berkali-kali menyerang NasDem dan Ketum Surya Paloh. Ini ada apa? Propaganda ini sangat melukai perjuangan kader NasDem,” tegas juru bicara NasDem DIY itu.

Dalam forum pernyataan sikap itu, NasDem DIY mendesak Tempo meminta maaf secara terbuka sebagai komitmen terhadap nilai kebenaran. NasDem DIY juga meminta Tempo memuat berita klarifikasi yang memulihkan reputasi Partai NasDem dan Surya Paloh.

“Kita ingin ada klarifikasi dan permintaan maaf. Ini demi integritas Tempo sebagai insan pers. Kode etik harus menjadi pedoman agar Tempo lebih bermoral dan tidak menjadi industri pers yang brutal,” terang Aulia.

Sementara Ketua DPW NasDem DIY Subardi menilai laporan Tempo yang menyebut fenomena di tubuh Partai NasDem merupakan cermin rapuhnya partai personal. Tempo tidak menilai NasDem secara proporsional sebagai institusi yang menjaga pilar demokrasi.

Padahal, NasDem konsisten berjuang menghadirkan demokrasi yang sehat. Pada Pemilu 2024 meski dengan berbagai upaya penjegalan, NasDem tetap tegak mendapat kenaikan suara menjadi 14.660.516 suara atau 9,6%.

“Surya Paloh tipe politisi pejuang. Pemilu 2024 NasDem dijegal sana sini tetap tegak. Sayangnya Tempo tidak melihat itu. Surya Paloh is NasDem. Itu sudah mutlak. Tidak mungkin NasDem dijual atau diambil alih,” terangnya.

Meski demikian, Subardi menyatakan kader Partai NasDem di DIY tidak emosional menyikapi propaganda ini. Terkait tuduhan bahwa banyak kader yang lompat ke partai lain, menurut Subardi hal itu tidak berdampak pada kondisi struktural. Justru, fenomena itu ibarat seleksi alami untuk mencetak kaderisasi yang tangguh.

“Kita punya militansi kader yang kuat. Internal solid. Struktur dan mesin partai tetap utuh. NasDem di DIY tidak akan anarkis. Kita ingin menjaga budaya Jogja yang arif dan santun,” pungkasnya. (NK)

Related Articles

- Advertisement -spot_img

Latest Articles